Ahad, 4 Januari 2009

Bangkitlah Saudaraku!

Assalamualaikum.

Astaghfirullahal’azim. Tersirap darahku membaca artikel ini…

…Pagi itu, Televisyen Israel (Yahudi) Channel 1 menyiarkan rancangan TV Pendidikan. Saya menonton suatu rancangan yang dirakam di sebuah nursery. Guru yang mengajar anak muridnya menyanyi dengan diiringi sebuah piano, menyanyikan lagu berikut:

“Makanan paling sedap daging orang Arab,
minuman paling sedap darah orang Islam”

Ya, itulah yang saya baca pada subtitle rancangan tersebut.

Kanak-kanak semuda 3 dan 4 tahun, diajar menyanyikan lagu tersebut dengan penuh keceriaan dan kegembiraan.


Demi Allah, suara cikgu dan kanak-kanak itu masih segar di dalam ingatan saya, dan jika saya pandai melukis, saya masih mampu melakarkan di mana cikgu dan piano itu berada, dan bagaimana kanak-kanak itu mendendangkan “nasyid” mereka. Walaupun sudah tepat 10 tahun peristiwa itu berlaku (1996)…

(Sila habiskan bacaan lanjut di blog saifulislam.com di sini...)

Sampai begitu sekali kanak-kanak Yahudi diajar untuk membenci agama Islam, sekaligus mencintai agama mereka, agama Yahudi! Bagaimana pula dengan anak-anak kita? Adakah mereka membesar sebagai seorang mukmin yang tertanam di jiwa mereka kebencian terhadap agama lain dan kecintaan sepenuh hati terhadap agama suci kita, agama Islam?

Sayang seribu kali sayang. Apa yang ketara, anak-anak Islam zaman kini kebanyakannya bukan dididik untuk mencintai Islam sepenuh jiwa dan raga. Jauh sekali untuk dididik membenci agama lain! Lihatlah di sekeliling kita. Anak-anak kecil dididik dengan unsur-unsur Yahudi, Nasrani dan Majusi baik dari sudut akhlak, pakaian, pemakanan mahupun tarbiyyah! Di mana peranan kita sebagai ibubapa yang ber'title’kan seorang muslim?

Tidak hairanlah kenapa umat Islam masakini terlalu pasif dengan kezaliman yang dilakukan oleh puak zionis Yahudi terhadap saudara seIslam kita di Palestin! Amat benar sekali sabda Rasulullah SAW, umat Islam akhir zaman ibarat buih-buih dilautan. Banyak dari segi kuantiti tetapi lemah dari segi kualiti!

Ayyuhal ikhwan wal akhawat ;

Seribu patah perkataan mungkin belum mampu memberikan gambaran yang sebenar berbanding sekeping gambar yang mampu mengungkapkan seribu kisah. Renung dan hayatilah gambar-gambar ini. Semoga jiwa kita umat Islam kembali tersentak dari tidur yang lena…











Bangkitlah Saudaraku
Contributed by musafir_solehah
Topic: Sastera Palestin

Saudaraku...!!
dimanakah kita...??
di saat saudara kita derita,
di saat darah mengalir di tubuh mereka,
di saat tangisan menghujani tanah air tercinta,

Saudaraku...!!
sedarkah kita...??
mereka di sana dinoda,
mereka di sana disiksa,
mereka di sana bertarung nyawa,

Saudaraku...!!
butakah kita...??
melihat mereka rebah sebagai syuhada,
melihat hujan peluru yang membanjiri saban masa,
melihat yahudi bersorak meraih kematian saudara kita,

Saudaraku...!!
pekakkah kita,
mendengar rintihan mereka yang merobek jiwa,
mendengar letupan membinasa tubuh mereka,
mendengar lagu riang yahudi laknaktullah,

Saudaraku...!!
bodohkah kita...??
melihat perdamaian sebagai penamat sengsara,
menuduh saudara kita sebagai punca binasa,
lantang bersuara namun tiada hasilnya,

Saudaraku...!!
tak malukah kita...??
kita berharta,
tapi mereka,
melawan dengan pecahan batu-bata,
bangkit tanpa senjata yang gagah,
berbekalkan Allahuakbar,
mereka ke barisan pertama,
biar peluru menjadi hadiah,
mereka berundur selangkah

Saudaraku...!!
tak takutkah kita...??
bila Allah berkata,
apakah yang kita lakukan demi agama-Nya,
apakah yang kita buat demi Al-Aqsa,
apakah, apakah dan apakah...??

Bangunlah kita...!!
dari mimpi indah,
kita di ambang kesulitan,
agama kita diperlekehkan,
saudara kita diolok-olokkan,
bangkitlah...bangkitlah...bangkitlah...!!

*************************************************************************************

2 ulasan:

kakchik berkata...

tak sanggup rasanya nak baca sampai ke hujung, menitik air mata.

sungguh jauh rasanya semangat jihad ini dari jiwa.

selamatkanlah palestin ya Allah.

Fina berkata...

Sungguh tragis, hampir semua kita mengutuk keras sikap Israel dengan segala aksinya. Namun dengan sangat sadar, kita tahu bahwa mereka tidak akan pernah mendengar umpatan dan kutukan kita, sekeras apapun itu. Ibarat berteriak kepada orang tuli, sekeras apapun omongan kita tak akan terdengar. Tapi dalam hal ini, tentunya bukan Israel yang tuli, namun corong kita yang tidak kuat. Kita lemah.


Langkah revolusioner yang perlu ditempuh sekarang ini adalah: Mendesak para pemimpin negara-negara timur tengah untuk membuka Zona Militer Tertutup yang dilancarkan Israel di jalur GAZA. Mungkin bisa dikatakan ketegasan bukan hanya mengutuk semata. Bukankah kita memiliki OKI, kekuatan kedua selain PBB... Saat ini, berbagai bantuan medis dari belahan dunia mengalami blokade. Jendral Zionis memberi kekuasaan pada tentara untuk mengusir para wartawan dan suka relawan (tim medis & organisasi kemanusiaan). Lalu, apakah kita hanya diam dan bersuaran saja...

Allah tidak akan merubah suatu kaumn kecuali mereka mau berusaha untuk berubah... Kutukan dan kecaman hanyalah hembusan angin yang tak memiliki arah.